Der Spielmacher

Yuli Saga

Mar
27

Yuli Saga ini sebetulnya cerita iseng yang saya dan teman-teman fasilkom 2003 buat di sekitar 2008 (kalo ga salah sih pas bulan puasa mulainya). Awal cerita sih bermula dari cerpenista, sebuah situs yang memfasilitasi kita untuk membuat cerpen secara keroyokan. Nah di situs itu kita (anak-anak fasilkom ui 2003) buat grup yang namanya kencur, awalnya kita sih bikin cerpen yang singkat-singkat aja, ya namanya juga buat mengisi waktu kerja luang di kantor 😀

Sampai suatu ketika dicetuskanlah sebuah judul Yuli Saga: The Tree of life mulailah kita memusatkan konsentrasi untuk menulis cerita bergaya ala J.R.R Tolkien dan segala hal-hal berbau Middle Earth dan tentunya tetep dengan gaya ‘nyampah’ khas anak-anak kencur. Memang sih beberapa jalan ceritanya sedikit ‘roaming’ apalagi bagi para pembaca yang bukan anak Fasilkom 2003. Tapi tetap aja ‘roaming’ tersebut tidak membuat keseruan jalan cerita Yuli Saga berkurang kok ;).

Setelah Yuli Saga pertama, anak-anak kencur jadi lebih bersemangat buat bikin sequel-nya. Dan akhirnya kita buat lagi deh Yuli Saga: The Clash of the Titans, kali ini jalan ceritanya lebih rumit dan berliku (halah!), ya nampaknya anak-anak kencur udah mulai lebih mahir dalam hal nyampah menulis cerita dan mengembangkan ide cerita. Oh iya kebanyakan karakter yang muncul pada Yuli Saga adalah anak-anak kencur sendiri dan juga beberapa keluarga besar Fasilkom lainnya (dosen, tukang kantin, dsb). Pada sequel kedua ini kita juga mulai diskusi dulu sebelum nulis cerpen, tidak seperti sebelumnya yang asal jeplak dan tulis saja. Bahkan biasanya saat kita nulis cerpen ini kita juga set conference di yahoo messenger buat diskusiin jalan cerita yang kita tulis.

Yuli Saga sequel yang kedua sukses luar biasa, dimana banyak respon yang bilang ceritanya seru dan lucu, dan bahkan banyak yang menantikan cerita kelanjutannya. Hal ini membuat anak-anak kencur besar kepala (hahahaha lebay!), terlihat waktu kita akan memulai sequel ketiga (sekaligus penutup) Yuli Saga: Fate of Fasilnor kita gembar-gembor akan membuat cerita yang panjangnya 100 halaman. Awal perjalanan kisah Fate of Fasilnor sepertinya akan seru, karena semangat anak-anak kencur dan juga jalan cerita yang mulai lebih terarah dan berbobot. Namun lama-lama kebosanan mulai melanda, jadi mulai males ngelanjutin lagi ceritanya. Hal ini juga diperparah oleh fitur cerpenista yang tidak memungkinkan cerpen dikerjakan oleh satu orang saja, setelah seseorang mem-posting lanjutan cerita baru, dia tidak akan bisa mem-posting lagi apabila tidak ada orang lain setelah dia yang mem-posting. Jadi lama-lama terbengkalai-lah Yuli Saga.

Yuli Saga lama-lama bahkan menjadi momok yang menakutkan, setiap thread yang ada di milis angkatan Fasilkom 2003 apapun bahasannya, apabila ada seseorang yang menceletuk “Eh kita lanjutin Yuli Saga lagi yok!”. Hampir bisa dipastikan itu thread tidak akan ada yang merespon lagi, semenarik apapun bahasan sebelumnya :D. Bahkan ada yang berpendapat Yuli Saga itu: Sequel pertama masih belajar nulis, Sequel kedua mulai berkembang cerita dan alurnya, dan akhirnya sequel ketiga, sangking udah jago akhirnya ceritanya kepanjangan dan akhirnya penulis-penulisnya bosan buat melanjutkan lagi 😛

Akhirnya setelah 2 tahun, pada Oktober 2010 kemarin cerita ini ditamatkan, berawal dari undangan nikahan Aria. Aria ini salah satu teman saya di Fasilkom UI angkatan 2003 yang menjadi sumber inspirasi kisah Yuli Saga. Moso sih? Et dah! baca aja deh Yuli Saga klo ga percaya :P. Nah saat itulah Andreas teman saya yang lain menuliskan (dalam bentuk cerita ala Yuli Saga) email untuk mengucapkan selamat kepada Aria. Seperti air hujan yang bocor menimpa wajah saat asyik tidur siang. Kita semua bersepakat untuk menyalinrekat email andreas itu ke cerpenista dan menamatkan Yuli Saga: Fate of Fasilnor!

Sampai sekarang kalau saya baca lagi cerita Yuli Saga (yang manapun) tetap saja selalu ngakak. Apalagi kalau diingat, masa-masa buat Yuli Saga itu adalah masa-masa kenangan awal saya masuk kerja di kantor sekarang ini, dimana masih bingung mau ngapain, dan masih asing juga dengan lingkungan kantornya, akhirnya dihabiskanlah buat nyerpen Yuli Saga 😛

Yuli Saga juga udah dirilis dalam bentuk pdf (3 Sequel dan satu pdf berisi daftar nama tokoh), yang bisa disimak pada tautan di bawah ini:

2 Responses to Yuli Saga

  1. betewe2…

    itu yg bikin cover-nye siape njar?

  2. @havban
    yg bikin gw feb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *