<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Der Spielmacher</title>
	<atom:link href="http://widianto.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://widianto.net</link>
	<description>chmod 777 /knowledge</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2011 07:56:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Yuli Saga</title>
		<link>http://widianto.net/2011/03/yuli-saga/</link>
		<comments>http://widianto.net/2011/03/yuli-saga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 21:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[kencur]]></category>
		<category><![CDATA[cerpenista]]></category>
		<category><![CDATA[fasilkom 2003]]></category>
		<category><![CDATA[yuli saga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widianto.net/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Yuli Saga ini sebetulnya cerita iseng yang saya dan teman-teman fasilkom 2003 buat di sekitar 2008 (kalo ga salah sih pas bulan puasa mulainya). Awal cerita sih bermula dari cerpenista, sebuah situs yang memfasilitasi kita untuk membuat cerpen secara keroyokan. Nah di situs itu kita (anak-anak fasilkom ui 2003) buat grup yang namanya kencur, awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Yuli Saga" src="https://lh3.googleusercontent.com/_8_q4CxII7f0/SNT7_Mem-KI/AAAAAAAAAFM/2U2wGqWK9iw/s144/fof_2.png" alt="" width="101" height="144" />Yuli Saga ini sebetulnya cerita iseng yang saya dan teman-teman fasilkom 2003 buat di sekitar 2008 (kalo ga salah sih pas bulan puasa mulainya). Awal cerita sih bermula dari <a href="http://cerpenista.com" target="_blank">cerpenista</a>, sebuah situs yang memfasilitasi kita untuk membuat cerpen secara keroyokan. Nah di situs itu kita (anak-anak fasilkom ui 2003) buat grup yang namanya <a href="http://cerpenista.com/group/kencur" target="_blank">kencur</a>, awalnya kita sih bikin cerpen yang singkat-singkat aja, ya namanya juga buat mengisi waktu kerja luang di kantor <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-71"></span>Sampai suatu ketika dicetuskanlah sebuah judul <a href="http://cerpenista.com/cerpen/baca/yuli_si_kayu_liar" target="_blank">Yuli Saga: The Tree of life</a> mulailah kita memusatkan konsentrasi untuk menulis cerita bergaya ala <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/J._R._R._Tolkien">J.R.R Tolkien</a> dan segala hal-hal berbau Middle Earth dan tentunya tetep dengan gaya &#8216;nyampah&#8217; khas anak-anak kencur. Memang sih beberapa jalan ceritanya sedikit &#8216;roaming&#8217; apalagi bagi para pembaca yang bukan anak Fasilkom 2003. Tapi tetap aja &#8216;roaming&#8217; tersebut tidak membuat keseruan jalan cerita Yuli Saga berkurang kok <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setelah Yuli Saga pertama, anak-anak kencur jadi lebih bersemangat buat bikin sequel-nya. Dan akhirnya kita buat lagi deh <a href="http://cerpenista.com/cerpen/baca/yuli_saga_the_clash_of_the_titans" target="_blank">Yuli Saga: The Clash of the Titans</a>, kali ini jalan ceritanya lebih rumit dan berliku (halah!), ya nampaknya anak-anak kencur udah mulai lebih mahir dalam hal nyampah menulis cerita dan mengembangkan ide cerita. Oh iya kebanyakan karakter yang muncul pada Yuli Saga adalah anak-anak kencur sendiri dan juga beberapa keluarga besar Fasilkom lainnya (dosen, tukang kantin, dsb). Pada sequel kedua ini kita juga mulai diskusi dulu sebelum nulis cerpen, tidak seperti sebelumnya yang asal jeplak dan tulis saja. Bahkan biasanya saat kita nulis cerpen ini kita juga set conference di yahoo messenger buat diskusiin jalan cerita yang kita tulis.</p>
<p>Yuli Saga sequel yang kedua sukses luar biasa, dimana banyak respon yang bilang ceritanya seru dan lucu, dan bahkan banyak yang menantikan cerita kelanjutannya. Hal ini membuat anak-anak kencur besar kepala (hahahaha lebay!), terlihat waktu kita akan memulai sequel ketiga (sekaligus penutup) <a href="http://cerpenista.com/cerpen/baca/yuli_saga_fate_of_fasilnor" target="_blank">Yuli Saga: Fate of Fasilnor</a> kita gembar-gembor akan membuat cerita yang panjangnya 100 halaman. Awal perjalanan kisah Fate of Fasilnor sepertinya akan seru, karena semangat anak-anak kencur dan juga jalan cerita yang mulai lebih terarah dan berbobot. Namun lama-lama kebosanan mulai melanda, jadi mulai males ngelanjutin lagi ceritanya. Hal ini juga diperparah oleh fitur cerpenista yang tidak memungkinkan cerpen dikerjakan oleh satu orang saja, setelah seseorang mem-posting lanjutan cerita baru, dia tidak akan bisa mem-posting lagi apabila tidak ada orang lain setelah dia yang mem-posting. Jadi lama-lama terbengkalai-lah Yuli Saga.</p>
<p>Yuli Saga lama-lama bahkan menjadi momok yang menakutkan, setiap thread yang ada di milis angkatan Fasilkom 2003 apapun bahasannya, apabila ada seseorang yang menceletuk &#8220;Eh kita lanjutin Yuli Saga lagi yok!&#8221;. Hampir bisa dipastikan itu thread tidak akan ada yang merespon lagi, semenarik apapun bahasan sebelumnya <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Bahkan ada yang berpendapat Yuli Saga itu: Sequel pertama masih belajar nulis, Sequel kedua mulai berkembang cerita dan alurnya, dan akhirnya sequel ketiga, sangking udah jago akhirnya ceritanya kepanjangan dan akhirnya penulis-penulisnya bosan buat melanjutkan lagi <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya setelah 2 tahun, pada Oktober 2010 kemarin cerita ini ditamatkan, berawal dari undangan nikahan <a href="http://www.facebook.com/ariawn" target="_blank">Aria</a>. Aria ini salah satu teman saya di Fasilkom UI angkatan 2003 yang menjadi sumber inspirasi kisah Yuli Saga. Moso sih? Et dah! baca aja deh Yuli Saga klo ga percaya <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Nah saat itulah <a href="http://shuyuie.wordpress.com" target="_blank">Andreas</a> teman saya yang lain menuliskan (dalam bentuk cerita ala Yuli Saga) email untuk mengucapkan selamat kepada Aria. Seperti air hujan yang bocor menimpa wajah saat asyik tidur siang. Kita semua bersepakat untuk menyalinrekat email andreas itu ke cerpenista dan menamatkan Yuli Saga: Fate of Fasilnor!</p>
<p>Sampai sekarang kalau saya baca lagi cerita Yuli Saga (yang manapun) tetap saja selalu ngakak. Apalagi kalau diingat, masa-masa buat Yuli Saga itu adalah masa-masa kenangan awal saya masuk kerja di kantor sekarang ini, dimana masih bingung mau ngapain, dan masih asing juga dengan lingkungan kantornya, akhirnya dihabiskanlah buat nyerpen Yuli Saga <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yuli Saga juga udah dirilis dalam bentuk pdf (3 Sequel dan satu pdf berisi daftar nama tokoh), yang bisa disimak pada tautan di bawah ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0ByuESEQqpjWfNTMxZGE2NGUtOGYyNS00ZTJhLWJjYjItZGIzYmEzOTNiMmNl&amp;hl=en" target="_blank">Yuli Saga: Tree of Life</a></li>
<li><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0ByuESEQqpjWfODEzZTE2MzQtY2NlYS00ODQ5LWFiMmEtYmUwZmQwMGZiNDNm&amp;hl=en" target="_blank">Yuli Saga: The Clash of The Titans</a></li>
<li><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0ByuESEQqpjWfOTZmOTYwMDctYWZmOC00OTI2LTg2N2EtMjhkNTRkMWM5MTRi&amp;hl=en" target="_blank">Yuli Saga: Fate of Fasilnor</a></li>
<li><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0ByuESEQqpjWfMjEzODE4NjEtNjBhZi00NDIyLTljZDYtMGRmZTI5ZjY0NmU1&amp;hl=en" target="_blank">Yuli Saga Googlarium</a> (daftar karakter)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2011/03/yuli-saga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samsat Drive Thru</title>
		<link>http://widianto.net/2011/02/samsat-drive-thru/</link>
		<comments>http://widianto.net/2011/02/samsat-drive-thru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 22:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[battlehopper]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[polantas]]></category>
		<category><![CDATA[samsat]]></category>
		<category><![CDATA[stnk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widianto.net/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini (12 februari 2011) berencana bayar pajak sepeda motor, yohoho kali ini bukan si belalang tempur, tapi sekarang belalang tempur 2.0 . Ok deh persiapan dilakukan seperti pada saat lalu. Sip Jam 08.30 berangkat dari rumah menuju Samsat Jakarta Timur. Sampai di parkiran motor samsat waktu menunjukkan 09.06, melihat ada sesuatu yang baru, semacam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini (12 februari 2011) berencana bayar pajak sepeda motor, yohoho kali ini bukan si belalang tempur, tapi sekarang belalang tempur 2.0 <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ok deh persiapan dilakukan seperti pada <a href="http://widianto.net/2008/11/bayar-pajak-sepeda-motor/" target="_blank">saat lalu</a>. Sip Jam 08.30 berangkat dari rumah menuju <a href="http://wikimapia.org/2915516/Samsat-Jaktim" target="_blank">Samsat Jakarta Timur</a>.</p>
<p>Sampai di parkiran motor samsat waktu menunjukkan 09.06, melihat ada sesuatu yang baru, semacam drive-thru dimana banyak motor yang mengantri di situ, tanya ke petugas parkir di situ, berikut percakapan saya dengan bapak petugas parkir</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span id="more-59"></span>Saya(S)  : Itu apa ya pak?</p>
<p style="padding-left: 30px;">Bapak Petugas Parkir (P): Itu layanan bayar pajak sepeda motor drive-thru.</p>
<p style="padding-left: 30px;">S : baru ya pak?</p>
<p style="padding-left: 30px;">P : Iya, lebih cepat dan ga perlu ke dalam</p>
<p style="padding-left: 30px;">S : Fotocopy-nya gimana pak?</p>
<p style="padding-left: 30px;">P : Ga perlu fotocopy kalo drive-thru, asal bawa (dokumen) yang asli</p>
<p>Wah mendengar hal seperti itu, langsung saja deh nyalain motor lagi, keluar dari parkiran dan ikut antri di layanan drive-thru. Tapi berhubung dah masuk parkiran, waktu keluar musti bayar deh ongkos parkir 1000 perak <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Di pintu masuk antrian drive-thru ada papan pengumuman yang menjelaskan syarat-syarat pembayaran pajak melalui drive-thru, yaitu</p>
<p>1. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KTP" target="_blank">KTP</a>/<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sim" target="_blank">SIM </a>asli</p>
<p>2. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/STNK">STNK</a> asli</p>
<p>3. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BPKB">BPKB</a> asli</p>
<p>4. Menghadirkan kendaraan bermotor</p>
<div id="attachment_60" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://widianto.net/blog/wp-content/uploads/2011/02/12022011252.jpg"><img class="size-medium wp-image-60" title="12022011252" src="http://widianto.net/blog/wp-content/uploads/2011/02/12022011252-300x225.jpg" alt="Papan Informasi Samsat Drive Thru" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Papan Informasi Samsat Drive Thru</p></div>
<p>Duh lumayan lama nih antriannya, berhubung cuma ada satu jalur antrian jadinya agak lama, ya lumayan sambil nunggu online bentaran. Beberapa orang masih menyalakan mesin motornya, tapi saya pikir eman-eman, matiin aja deh mesin motornya, nanti jalannya didorong aja <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_61" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://widianto.net/blog/wp-content/uploads/2011/02/12022011253.jpg"><img class="size-medium wp-image-61" title="12022011253" src="http://widianto.net/blog/wp-content/uploads/2011/02/12022011253-300x225.jpg" alt="Suasana Antrian Samsat Drive-thru" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Antrian Samsat Drive-thru</p></div>
<p>Oh ya lokasi Samsat drive thru ini ada 2 bagian, pertama adalah jalur antrian, yang fotonya seperti gambar di atas, yang sayangnya cuma sebagian kecil dari jalur antrian ini yang beratap, jadinya lumayan gosong juga karena tadi cukup terik <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Bagian kedua adalah loket pembayaran pajak, ada 2 loket, pertama dalah pendaftaran, dimana kita menyerahkan dokumen-dokumen, dan di sebelahnya adalah loket kasir, dimana kita membayar pajak kendaraan bermotor kita, di dekat kasir ini ada layar tv yang menampilkan jumlah pajak yang harus kita bayarkan.</p>
<p>Sayangnya hanya ada satu loket pendaftaran dan satu loket kasir yang buka, padahal nampaknya sudah disiapkan 2 loket pendaftaran dan kasir, kalau loket yg satu lagi buka mungkin antrian tidak akan selama hingga 20 menitan, karena akan ada 2 antrian yg mebuat proses lebih cepat. Mungkin karena masih baru, jadinya baru dibuka satu loket pendaftaran dan kasir.</p>
<div id="attachment_65" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://widianto.net/blog/wp-content/uploads/2011/02/12022011254.jpg"><img class="size-medium wp-image-65" title="12022011254" src="http://widianto.net/blog/wp-content/uploads/2011/02/12022011254-300x225.jpg" alt="Loket Samsat Drive-Thru" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Loket Samsat Drive-Thru</p></div>
<p>Ketika tinggal beberapa orang lagi sebelum giliran saya, agak deg-degan,  lho kok? kenapa? karena beberapa orang yang hendak mengurus namun  motornya bukan atas namanya ditolak dan diharuskan untuk mengurusnya di  dalam (gedung) alias jalur konvensional. Nah lho, males banget nih kalau  udah mengantri sejauh ini, ternyata harus mengurus lewat jalur  konvensional juga, berhubung ini si belalang tempur 2.0 atas nama bapak.  Tapi ya udahlah cuek aja <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  tinggal 3 orang lagi sebelum saya.</p>
<p>Ok akhirnya tiba giliran saya (lumayan juga 20 menitan menunggu antrian), di loket pendaftaran dilayani oleh seorang ibu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polwan" target="_blank">Polwan</a>, saya serahkan KTP asli bapak, STNK asli, dan BPKB asli. Sempat berpikir untuk mengaku kalau KTP bapak adalah KTP saya <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  soalnya males banget kalau ditolak dan disuruh mengurus di dalam gedung. Berikut percakapan saya dengan si ibu Polwan</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ibu Polwan (I) : bapak ini (sambil menyebut nama bapak) siapa ya?</p>
<p style="padding-left: 30px;">Saya (S) : Itu ayah saya</p>
<p style="padding-left: 30px;">I : tinggal satu rumahkah?</p>
<p style="padding-left: 30px;">S : Iya masih tinggal serumah kok</p>
<p style="padding-left: 30px;">I : Boleh minta KTP mas</p>
<p style="padding-left: 30px;">S : *ngeluarin dompet dan menyerahkan KTP saya*</p>
<p>Hohoho, ternyata untuk pembayaran pajak kendaraan sistem drive-thru ini selain harus sang pemilik, bisa juga diwakilkan oleh kerabat yang tinggal satu rumah, dibuktikan dengan menunjukkan KTP asli pemilik dan KTP yang mengurus. Ok deh mantabh, ga perlu ngaku2 sebagai bapak kalo gitu, hahahaha. Sip, segera bergerak ke loket kasir, bayar pajaknya, dan mbak kasirnya menyerahkan semua dokumen yang tadi saya berikan, plus tanda lunas bayar pajak (itu lho yang biasanya dijadiin satu sebelahan sama STNK).</p>
<p>Sebelum beranjak pulang, ada semacam tombol untuk survey mengenai pelayanan drive-thru, tentu saja saya pencet tombol sangat puas <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lihat jam, wow lumayan cepat baru jam 09.35, jadi total waktu saya sejak sampai di samsat hingga selesai hanya memakan waktu 29 menit (09-06-09.35), itupun kebanyakan waktu dihabiskan saat mengantri, kalau mengurusnya sih ga sampai 5 menit.</p>
<p>Keren nih pelayanan samsat drive-thru, inovasi2 pelayanan macam inilah yang kita harapkan dari Polisi <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau mau dirangkum proses Samsat drive-thru di Samsat Jakarta Timur kira-kira begini alurnya:</p>
<p>1. Dari rumah sudah persiapkan kelangkapan yg perlu, yaitu</p>
<p style="padding-left: 30px;">- STNK asli</p>
<p style="padding-left: 30px;">- KTP pemilik asli, kalau anda bukan pemilik bawa KTP asli anda (hanya berlaku apabila anda memiliki hubungan keluarga dengan pemilik dan tinggal satu rumah)</p>
<p style="padding-left: 30px;">- BPKB asli</p>
<p style="padding-left: 30px;">- Kendaraan yang akan diurus pajak-nya sebaiknya adalah kendaraan yang anda bawa karena harus anda hadirkan</p>
<p>2. Sampai di samsat langsung ikuti jalur drive-thru, dari pintu masuk sudah disediakan jalur khusus.</p>
<p>3. Saat Tiba di lokasi antrian drive-thru, mengantrilah dan buat diri anda senyaman mungkin, karena waktu antrian cukup lama 20-30 menit <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>4. Ketika giliran anda makin dekat, siapkan semua dokumen di poin 1, kalau bisa STNK dikeluarkan dari plastiknya agar lebih cepat pemrosesannya</p>
<p>5. Bayar pajak kendaraan anda sesuai dengan jumlah yang muncul di layar TV</p>
<p>6. Periksa semua dokumen yang dikembalikan, apakah sesuai</p>
<p>7. Walaupun ga wajib kasihlah apresiasi dengan memberikan feedback kepuasan anda <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>8. Wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2011/02/samsat-drive-thru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pindahan Yuk</title>
		<link>http://widianto.net/2011/02/pindahan-yuk/</link>
		<comments>http://widianto.net/2011/02/pindahan-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 07:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[pindahan]]></category>
		<category><![CDATA[widianto.net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widianto.net/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Yuhuhuhu&#8230;. Akhirnya pindahan juga&#8230; Mulai hari ini euller.blogspot.com, blog.widianto.web.id, widianto.web.id pindah ke widianto.net ! Ya walaupun udah jarang nge-blog yang penting pindahan url dulu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yuhuhuhu&#8230;.</p>
<p>Akhirnya pindahan juga&#8230;</p>
<p>Mulai hari ini <a href="http://euller.blogspot.com" target="_blank">euller.blogspot.com</a>, <a href="http://blog.widianto.web.id" target="_blank">blog.widianto.web.id</a>, <a href="http://widianto.web.id">widianto.web.id</a></p>
<p>pindah ke <a href="http://widianto.net">widianto.net</a> !</p>
<p>Ya walaupun udah jarang nge-blog <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yang penting pindahan url dulu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2011/02/pindahan-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saras Dewi &#8211; Lembayung Bali</title>
		<link>http://widianto.net/2010/01/saras-dewi-lembayung-bali/</link>
		<comments>http://widianto.net/2010/01/saras-dewi-lembayung-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 07:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lembayung bali]]></category>
		<category><![CDATA[saras dewi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Lagu ini pertama kali saya denger kalau ga salah ketika masih SMA deh (sekitar 2002-2003). Sekian lama ga denger dan memang nyari albumnya susah bener dan akhirnya enggak dapet , hampir terlupakan deh ini lagu. Sampai akhirnya kemarin (yak kemarin 1 Januari 2010) adek saya dengerin lagu ini di youtube. Alunan lagu ini kembali menggugah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagu ini pertama kali saya denger kalau ga salah ketika masih SMA deh (sekitar 2002-2003). Sekian lama ga denger dan memang nyari albumnya susah bener dan akhirnya enggak dapet <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> , hampir terlupakan deh ini lagu. Sampai akhirnya kemarin (yak kemarin 1 Januari 2010) adek saya dengerin lagu ini di youtube. Alunan lagu ini kembali menggugah ingatan saya lagi ke lagu ini <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span class="fullpost"><br />
Lagu ini entah kenapa atmosfernya mantap bener, dari musiknya itu mendayu lembut&#8230; liriknya pun puitis banget dan maknanya sangat mendalam&#8230; dan ga kalah penting suara mbak saras dewi yang renyah (kalah deh ayam goreng renyahnya <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</span></p>
<p><span id="more-26"></span>Terus soal video clip-nya (ini pertama kali jg baru liat video-clipnya), wow benar-benar menunjukkan eksotisnya alam indonesia, ditambah wajah-wajah di video clip ini yang benar-benar Indonesia (maaf tidak ada niatan berbau SARA dalam pernyataan saya ini).<br />
Pokoknya Indonesia banget dah!</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/tUdBWhYu-5E&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/tUdBWhYu-5E&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Saras Dewi &#8211; Lembayung Bali</strong></p>
<p>Menatap lembayung di langit Bali<br />
dan kusadari betapa berharga kenanganmu<br />
Di kala jiwaku tak terbatas<br />
bebas berandai memulang waktu</p>
<p>Hingga masih bisa kuraih dirimu<br />
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku<br />
Bilakah diriku berucap maaf<br />
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu<br />
oh cinta</p>
<p>Teman yang terhanyut arus waktu<br />
mekar mendewasa<br />
masih kusimpan suara tawa kita<br />
kembalilah sahabat lawasku<br />
semarakkan keheningan lubuk</p>
<p>Hingga masih bisa kurangkul kalian<br />
sosok yang mengaliri cawan hidupku<br />
Bilakah kita menangis bersama<br />
tegar melawan tempaan semangatmu itu<br />
oh jingga</p>
<p>Hingga masih bisa kujangkau cahaya<br />
senyum yang menyalakan hasrat diriku<br />
Bilakah kuhentikan pasir waktu<br />
tak terbangun dari khayal keajaiban ini<br />
oh mimpi</p>
<p>Andai ada satu cara<br />
tuk kembali menatap agung surya-Mu<br />
Lembayung Bali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2010/01/saras-dewi-lembayung-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Installing IBM iSeries Access for Linux in Ubuntu</title>
		<link>http://widianto.net/2009/05/installing-ibm-iseries-access-for-linux-in-ubuntu/</link>
		<comments>http://widianto.net/2009/05/installing-ibm-iseries-access-for-linux-in-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 07:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[as400]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[iSeries]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[There are some application that you can used for emulate iSeries from your ubuntu machine. You can easily just using telnet from your terminal or use tn5250. Actually beside for Windows, IBM also release iSeries Access for linux, though not as complete as the windows version, where they also include iSeries Navigator. After some trial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>There are some application that you can used for emulate iSeries from your ubuntu machine. You can easily just using telnet from your terminal or use <a href="http://tn5250.sourceforge.net/">tn5250</a>.</p>
<p>Actually beside for Windows, IBM also release iSeries Access for linux, though not as complete as the windows version, where they also include iSeries Navigator.</p>
<p>After some trial to install iSeries Access for Linux in Ubuntu, here some steps that I can share for you which I already proven that these steps is working,:D</p>
<p><span class="fullpost"><span id="more-25"></span>First of all you need to download iSeries Access Linux from <a href="http://www-03.ibm.com/systems/i/software/access/linux/downloads.html">IBM site</a>. Just for your notice you have to registrate yourself before you can download anything from IBM site, this is not a big deal, cause it is so simple.</span></p>
<p>Because the file that you will get is an <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RPM_Package_Manager">rpm</a> file you will need <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alien_%28software%29">alien</a> to enabling you execute that file in your Ubuntu machine.</p>
<p>If you don&#8217;t have alien in your Ubuntu then install it using</p>
<blockquote><p><span style="font-family: courier new;">$ sudo apt-get alien</span></p></blockquote>
<p>Then install the iSeries Access and some packages that it needs</p>
<blockquote><p><span style="font-family: courier new;">$ sudo alien -i iSeriesAccess-5.2.0-1.10.i386.rpm</span><br />
<span style="font-family: courier new;">$ sudo apt-get install libmotif3</span><br />
<span style="font-family: courier new;">$ sudo apt-get install libxaw6</span><br />
<span style="font-family: courier new;">$ sudo apt-get install libstdc++5</span></p></blockquote>
<p>After you execute above steps, then here some configuration that you must do</p>
<blockquote><p><span style="font-family: courier new;">$ sudo ln -s /opt/ibm/iSeriesAccess/lib/libcwbcore.so /usr/lib/ libcwbcore.so</span><br />
<span style="font-family: courier new;">$ sudo ln -s /opt/ibm/iSeriesAccess/lib/libcwbodbc.so /usr/lib/libcwbodbc.so</span><br />
<span style="font-family: courier new;">$ sudo ln -s /opt/ibm/iSeriesAccess/lib/libcwbodbcs.so /usr/lib/libcwbodbcs.so</span><br />
<span style="font-family: courier new;">$ sudo ln -s /opt/ibm/iSeriesAccess/lib/libcwbrc.so /usr/lib/libcwbrc.so</span></p></blockquote>
<p>IBM5250 expects something other than en_US.UTF-8, so run this to start.</p>
<blockquote><p><span style="font-family: courier new;">$ /opt/ibm/iSeriesAccess/bin/ibm5250 -LANGID en_us</span></p></blockquote>
<p>For comfortable and easiness to start iSeries Access in your ubuntu you can make a launcher in your desktop, here the steps</p>
<p>Right-click in your desktop</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_8_q4CxII7f0/SiKem3NsWhI/AAAAAAAAAMU/PZTDpJ-OxPY/s1600-h/Screenshot-Desktop.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342006498508429842" style="height: 199px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8_q4CxII7f0/SiKem3NsWhI/AAAAAAAAAMU/PZTDpJ-OxPY/s320/Screenshot-Desktop.png" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Then it will show you a window like this</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_8_q4CxII7f0/SiKe_7biFlI/AAAAAAAAAMc/0ve5l-F9nTs/s1600-h/Screenshot.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342006929136948818" class="alignnone" style="height: 171px; margin: 0pt 10px; width: 398px; border: 0pt none;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8_q4CxII7f0/SiKe_7biFlI/AAAAAAAAAMc/0ve5l-F9nTs/s320/Screenshot.png" border="0" alt="" width="320" height="168" /></a></p>
<p>Choose Application in Type</p>
<p>Fill any name that you desired (i.e. iSeries Access)</p>
<p>In Command you must fill this<br />
<span style="font-weight: bold;">/opt/ibm/iSeriesAccess/bin/ibm5250 -LANGID en_us</span></p>
<p>For the icon you can used what <span style="font-weight: bold;">fatbuttlarry</span> have created and shared in <a href="http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=540614">ubuntu forums</a> they are quite nice i think</p>
<p>I have try in Ubuntu 8.04, 8.10 and 9.04 and these steps is worked.</p>
<p>Notes sometimes you need to install msttcorefonts to makes it worked</p>
<blockquote><p><span style="font-family: courier new;">$ sudo apt-get install msttcorefonts</span></p></blockquote>
<p>Have a nice day</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2009/05/installing-ibm-iseries-access-for-linux-in-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayar Pajak Sepeda Motor</title>
		<link>http://widianto.net/2008/11/bayar-pajak-sepeda-motor/</link>
		<comments>http://widianto.net/2008/11/bayar-pajak-sepeda-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 02:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[battlehopper]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[polantas]]></category>
		<category><![CDATA[samsat]]></category>
		<category><![CDATA[stnk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin (8 November 2008), buat pertama kalinya saya bayar pajak si belalang tempur, hehehehehe. Sebelumnya selalu bapak yg bayarin, tapi lama-lama ngerasa ga enak juga soalnya sudah 2 tahun ini saya yang make belalang tempur, akhirnya untuk tahun ini saya menawarkan diri untuk yang membayarnya. Akhirnya menyiapkan apa saja yang harus dibawa : 1. STNK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin (8 November 2008), buat pertama kalinya saya bayar pajak si belalang tempur, hehehehehe. Sebelumnya selalu bapak yg bayarin, tapi lama-lama ngerasa ga enak juga soalnya sudah 2 tahun ini saya yang make belalang tempur, akhirnya untuk tahun ini saya menawarkan diri untuk yang membayarnya.<br />
<span class="fullpost"><br />
Akhirnya menyiapkan apa saja yang harus dibawa :</span></p>
<p><span class="fullpost">1. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/STNK">STNK</a> asli</span></p>
<p><span class="fullpost">2. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KTP">KTP</a> pemilik asli (dalam hal ini KTP bapak)</span></p>
<p><span class="fullpost">3. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BPKB">BPKB</a></span></p>
<p><span id="more-24"></span>Yosh jam 8 lewat saya jalan dari rumah, mampir ke ATM sebentar, soalnya di dompet cuma ada duit 30 ribu perak (halah ketauan lg bokek XD). Sampai di <a href="http://wikimapia.org/2915516/Samsat-Jaktim">Satwilantas Jakarta Timur</a> (samsat) sekitar jam 08.45. Eh ternyata salah tempat, saya malah ke tempat yg buat ngurus tilang dan perpanjang SIM, <a href="http://euller.blogspot.com/2008/04/mengurus-tilang-v20-form-biru.html">maklum dulu seringnya ke situ</a> (hehehehe). Akhirnya ke gedung yang benar, eh calo kok banyak banget sih di parkiran, tanpa menggubris mereka langsung masuk ke gedungnya.</p>
<p>Weks bingung, akhirnya nanya ke satpam di situ klo mau bayar pajak sepeda motor ngambil formulir-nya dimana (soalnya saya cari2 di lantai bawah itu, gak nampak adanya tempat mengambil formulir). Diberitahukan kalo mau ngambil formulir adanya di lantai dua, segera menuju ke atas. Di tempat yg nampaknya aula, saya melihat 2 meja dgn 4 petugas memberikan formulir di situ. Saya minta satu, formulir gratis, cuma ada sumbangan <a href="http://www.palangmerah.org/">PMI</a> sebesar Rp 1000. Sip bayar sumbangan PMI dan saya dapat formulirnya. Saya segera isi formulir di situ juga, berhubung ada meja banyak di situ dan banyak pula yg pada ngisi, jadi ikut ngisi juga lah coy&#8230;</p>
<p>Trus baru nyadar klo ternyata formulir itu diserahkan sambil menyerahkan STNK asli + fotokopi, KTP asli + fotokopi, dan fotokopi BPKB, waduh baru nyadar belom difotokopi, akhirnya nanya-nanya lagi (kebanyakan nanya nih) tempat fotokopian di situ ada di mana. Dapat informasi letaknya ada di lantai satu di belakang air mancur. Segera meluncur ke TKP, ada 2 mesin fotokopi di sana, dan nampaknya orang yang mengoperasikannya sudah hapal apa yg harus mereka lakukan, saya fotokopikan 3 item tersebut, mereka pun langsung meminta formulir saya lalu segera merapikan dokumen saya (formulir, STNK+fotokopi, KTP+fotokopi, serta fotokopi BPKB), distaples dgn rapih, wah makasih mas. Bayar ongkos fotokopian sebesar Rp 2.000.</p>
<p>Langsung ke loket pendaftaran, lumayan dapet antrian agak depan, eh ternyata saya lupa mengisi beberapa isian di formulir, akhirnya menepi sejenak buat melengkapi, pas mau balik ke antrian, wuidih&#8230; dah panjang aja hehehehehehe. Ya udah antri lagi, serahkan berkas-berkas, trus dikasih nomor urut, dapat nomor urut panggil 440, sejenak melihat nomor yg sedang dipanggil di layar monitor, baru nomor 285, T_T bakalan lama banget nih nunggu giliran.</p>
<p>Akhirnya nunggu, awalnya mati gaya mo ngapain akhirnya dapet tempat duduk, terus nyoba ngobrol2 sama orang2 di sebelah, yah lumayanlah dapat kenalan baru. 2 orang bapak-bapak yg keduanya sudah pensiun. Kedua bapak itu dipanggil terlebih dahulu, soalnya memang nomornya lebih muda dari saya.</p>
<p>Tiba juga giliran nomor 440 dipanggil, maju ke loket 2 dapat slip jumlah pajak yang harus dibayar serta KTP asli, segera ke loket berikutnya untuk membayar, agak heran awalnya soalnya orang2 pada menumpuk di loket 3. Padahal di loket 4 juga bisa, akhirnya saya cuek aja menuju ke loket 4, tuh kan bisa juga, akhirnya yg lain pada ngikutin saya hehehehehehe. Di slip-nya total jumlah yg harus dibayar Rp 183.500, saya menyerahkan 2 lembar seratus ribu, terus dikembalikan sebesar Rp 15.000, mmmm&#8230;. kok kurang ya? hehehehehe ya sudahlah saya pikir mungkin gak ada uang receh Rp 1.500.</p>
<p>Nunggu lagi untuk dapatin STNK lagi, ga terlalu lama dibandingkan nunggu yg pertama. Segera saat mendengar nama bapak dipanggil (soalnya STNK kan atas nama bapak) saya maju ke depan. Saya periksa lagi kali-kali aja ada yg salah, benar semua, trus diberesin masukin lagi ke dompet, terus menuju ke parkiran, saat akan keluar gedung sejenak lihat jam di hape, waktu menunjukkan pukul 09.51. Wah cepat juga ya kira-kira satu jam&#8230; hehehehe padahal itu pake acara nanya-nanya dan bingung segala.</p>
<p>Mungkin sedikit tips dari saya untuk yang ingin membayar pajak kendaraan roda dua di samsat Jakarta Timur:</p>
<p>1. Dari rumah sudah persiapkan kelangkapan yg perlu, yaitu</p>
<p style="padding-left: 30px;">- STNK + fotokopi</p>
<p style="padding-left: 30px;">- KTP pemilik + fot0kopi</p>
<p style="padding-left: 30px;">- fotokopi BPKB (aslinya ga perlu)</p>
<p>2. Ambil formulir pendaftaran di lantai 2, lalu isi dengan lengkap</p>
<p>3. Kalo poin satu belum difotokopi bisa fotokopi di lantai 1 di belakang air mancur</p>
<p>4. Setelah lengkap langsung ke loket 1 (pendaftaran), nanti bakal dapat nomor urut</p>
<p>5. Tunggu sampai nomor dipanggil, lalu ambil slip pajak serta KTP asli di loket 2</p>
<p>6. Langsung menuju loket 3 atau 4 untuk bayar pajaknya</p>
<p>7. Tunggu lagi sampai nama Anda dipanggil untuk mendapatkan STNK</p>
<p>8. Begitu nama Anda dipanggil segera maju ke loket pengambilan STNK, periksa dengan cermat STNK Anda, apakah  benar atau tidak.</p>
<p>9. Wassalam <img src='http://widianto.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2008/11/bayar-pajak-sepeda-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taqabalallahu minna wa minkum</title>
		<link>http://widianto.net/2008/10/taqabalallahu-minna-wa-minkum/</link>
		<comments>http://widianto.net/2008/10/taqabalallahu-minna-wa-minkum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 11:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun agak telat, buat semua saudara-saudaraku seiman, anjar mengucapkan Taqabalallahu minna wa minkum Shiyamanna wa shiyamakum Minal &#8216;aidin wal faidzin Mohon Maaf lahir dan bathin Semoga &#8216;training&#8217; di Ramadhan kemarin menjadi bekal kita menghadapi bulan-bulan esok]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;">Walaupun agak telat, buat semua saudara-saudaraku seiman, anjar mengucapkan</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"><br />
</span></span></p>
<div style="text-align: center;">
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;">Taqabalallahu minna wa minkum</span></span></span><span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"><br />
</span></span></div>
<p><span style="font-weight: bold;"> </span></p>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;">Shiyamanna wa shiyamakum</span></span><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"><br />
</span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"> </span></p>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span"><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;">Minal &#8216;aidin wal faidzin</span></span><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"><br />
</span></div>
<p><span class="Apple-style-span"> </span></p>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;">Mohon Maaf lahir dan bathin</span></div>
<div style="text-align: center;"></div>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"><span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;">Semoga &#8216;training&#8217; di Ramadhan kemarin menjadi bekal kita menghadapi bulan-bulan esok</span></span></div>
</div>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; font-size: 24px;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: center;"><span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"><br />
</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2008/10/taqabalallahu-minna-wa-minkum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Make an ubuntu live usb flash disk</title>
		<link>http://widianto.net/2008/08/make-an-ubuntu-live-usb-flash-disk/</link>
		<comments>http://widianto.net/2008/08/make-an-ubuntu-live-usb-flash-disk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 23:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[flashdisk]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[To begin the process make sure you have these following items: 1. a usb flashdisk with at least capacity of 750 MB, i recommend 1 GB of capacity 2. a cd of Ubuntu (i recommended you to use version 7.04 or upper) or its iso files 3. syslinux is a boot loader that operates off [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>To begin the process make sure you have these following items:</p>
<p>1.<strong> a usb flashdisk</strong> with at least capacity of 750 MB, i recommend 1 GB of capacity</p>
<p>2. <strong>a cd of Ubuntu</strong> (i recommended you to use version 7.04 or upper) or its iso files</p>
<p>3. <strong>syslinux</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">is a boot loader that operates off a Microsoft FAT filesystem (because most but not all usb flashdisk come with FAT filesystem). I recommended to use the later version (3.35 upper), because that will make our works more simple. You can grabbed it from <a href="http://www.kernel.org/pub/linux/utils/boot/syslinux/">here </a>. Extract the archive (whatever kind of archive file that you choose to download). The executable will be in \win32\syslinux.exe.</p>
<p style="padding-left: 30px;">If you use Ubuntu Linux, you can install it with</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="font-family: courier new;">sudo apt-get install syslinux mtools</span></strong></p>
</blockquote>
<p>If you already have above items, then let&#8217;s the thing get started<strong> </strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="more-22"></span>Attach your usb flashdisk to your computer and mount it.</strong></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">if you are using Linux this may happen automatically, if it doesn&#8217;t then you can mount it by using a command, for example</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="font-family: courier new;">mount -t vfat /dev/sda1 /mnt</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="padding-left: 30px;">(this is just example, please change the device name /dev/sda1 with your corresponding device name, and mountpoint /mnt with your own desired mountpoint that you already created)<br />
if you are using Windows, it should mounted automatically, if not, then your windows is pretty old one, you have to install a driver for your usb flashdisk first, check your flashdisk vendor&#8217;s homepage.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Make the usb flashdisk bootable </strong></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">if you are using Linux and your flashdisk is mounted as in the above example, in terminal console type command</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="font-family: courier new;">syslinux -s /dev/sda1</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="padding-left: 30px;">if you are using Windows from your command prompt, go to the directory where you extract syslinux previously, then go to win32 subfolder, so if you extracted it to <span style="font-weight: bold;">C:\syslinux</span>, you have to go to directory <span style="font-weight: bold;">C:\sysylinux\win32</span> . After you already in that directory in command prompt, for example your flashdisk drive letter is F:, the type this command</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="font-family: courier new;">syslinux -s -m F:</span></strong></p>
</blockquote>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Check file idlinux.sys in your flashdisk</strong></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">after you succesfully execute previous step, check if there is a new file called <strong>idlinux.sys</strong> in your flashdisk root directory. It is a hidden file if you are using Windows if won&#8217;t appear in windows explorer unless your setting is different. Try <strong>dir /a F:</strong> from command prompt<strong> </strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Copy the Ubuntu Cd to your USB Flashdisk</strong></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">Copy the contents of the Ubuntu installation CD to your USB stick (i.e. all files and directories that are on the installation CD). Please do not copy an ISO image of the installation CD.</p>
<p style="padding-left: 30px;">You don&#8217;t have to burn iso to copy its content, from Linux you can mount it with this command:</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="font-family: courier new;">mount -o loop /path/to/ubuntu.iso /path/to/mount/point</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="padding-left: 30px;">if you are using Windows you can use any of Virtual drive for windows.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Make sure you copy all the files and directories, including the hidden ones. If you are using Linux with Gnome desktop manager, press ctrl+H to see hidden files. In Windows, assuming that your CD-ROM drive is D: and your flashdisk drive is F:, you can use following command</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><span style="font-family: courier new;">xcopy /e /h /k D:\*.* F:</span></strong></p>
</blockquote>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Adjusts syslinux.cfg</strong></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">if you follow my advise to use syslinux version 3.35 or upper, you just need to rename the isolinux directory to syslinux and rename the file isolinux.cfg inside this directory to syslinux.cfg.</p>
<p style="padding-left: 30px;">if you&#8217;re not, For older versions: Copy (or rename) the file isolinux.cfg to syslinux.cfg. Then edit the file and remove the /casper/ or /install/ reference in all paths. For example you would change the line containing DEFAULT /casper/vmlinuz to DEFAULT vmlinuz. Save the file, and make sure it is called syslinux.cfg. It does not matter whether the line breaks are in DOS or Linux format.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Boot from usb flashdisk</strong></span></p>
<p style="padding-left: 30px;">Now if you already followed above steps, your flashdisk is bootable now and can act as a ubuntu live usb flashdisk. Boot the computer from the USB stick. You have to configure it from you computer&#8217;s BIOS. The configuration is vary depend on your BIOS. The installation can now be done as if you would be booting from the installation CD.</p>
<p>Have a nice day, it should work also for other distros, but i never try it, i just try to make it for ubuntu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2008/08/make-an-ubuntu-live-usb-flash-disk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to type Arabic in Ubuntu 8.04</title>
		<link>http://widianto.net/2008/06/how-to-type-arabic-in-ubuntu-8-04/</link>
		<comments>http://widianto.net/2008/06/how-to-type-arabic-in-ubuntu-8-04/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 03:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[arabic]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[The first step that if you want to type Arabic in Ubuntu is you must have SCIM in your Ubuntu machine. Scim by default is supported by Ubuntu, so after you installed your Ubuntu in your machine you&#8217;ll get Scim already installed. The next thing is you have to install the input languange. 1. To [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The first step that if you want to type Arabic in Ubuntu is you must have SCIM in your Ubuntu machine.<br />
Scim by default is supported by Ubuntu, so after you installed your Ubuntu in your machine you&#8217;ll get Scim already installed. The next thing is you have to install the input languange.<br />
<span class="fullpost"> </span></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span class="fullpost">1. To install it you can do the following things (i grabbed this from <a href="http://michsan.wordpress.com/2007/11/15/input-any-language-in-kubuntu-710-gutsy/">ichsan&#8217;s blog</a>):</span></p>
<p style="padding-left: 60px;">Install language for Japanese, Korean, Arabic and others.</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>apt-get install scim-anthy, scim-hangul, scim-tables-additional</strong></p>
</blockquote>
<p style="padding-left: 30px;">2. Create an 644 permission file: /etc/X11/Xsession.d/75custom-scim_init which contains</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;">GTK_IM_MODULE=xim<br />
QT_IM_MODULE=xim<br />
XMODIFIERS=@im=SCIM</p>
</blockquote>
<p style="padding-left: 30px;">3. Run scim -d</p>
<p style="padding-left: 30px;">4. Logout</p>
<p style="padding-left: 30px;">5. Restart X (Ctrl+Alt+Backspace)</p>
<p>Actually you just need scim-tables-additional if you want to type in arabic, but it is fine in case in the future you want to type japanese or korean character.</p>
<p><span id="more-21"></span>The next step after you have installed the language is you have to run the arabic (egypt) input mode in scim. You can simply press Ctrl+space to activate it, and press Ctrl+space once more if you want to deactivate it (back to normal). You can see your scim input status in top panel, if you see ع, then you can start to type in arabic, you can test it with gedit, though you have to change font scale to the bigger one, because the default gedit font scale (monospace 10) not quite big enough to make your arabic letter to clearly seen.</p>
<p>Here is the table that shows you what key that you must press and the arabic letter that will come out, note that if the latin letter is written as capital letter, then you must type in capital letter form also, for example A then you must type it shift+a. This keys combination does work if you use US Keyboard layout, because i just only have that kind of keyboard, i do not know if this keys combination also work in other keyboard layout.</p>
<p>I accidentally found this combination keys after i saw this <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_alphabet#Letters_and_letter_variants">table</a>, then i manage to found all the &#8216;hidden&#8217; letter, :p</p>
<p><strong>Arabic letter table</strong></p>
<table style="line-height: 3em; font-family: times new roman;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<thead style="font-size: 1em;">
<tr>
<th><strong>arabic letter</strong></th>
<th><strong>keys combination</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td style="font-family: times new roman;"><span style="font-size: 250%;">ا</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">A</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ب</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">b</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ت</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">t</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ث</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">th</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ج</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">j</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ح</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">h.</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">خ</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">kh</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">د</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">d</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ذ</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">dh</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ر</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">r</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ز</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">z</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">س</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">s</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ش</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">sh</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ص</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">s.</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ض</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">d.</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ط</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">t.</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ظ</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">z.</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ع</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">&#8216;</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">غ</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">gh</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ف</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">f</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ق</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">q</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ك</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">k</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ل</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">l</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">م</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">m</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ن</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">n</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ه</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">h</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">و</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">w</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ي</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">y</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ة</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">h&#8217;</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ﺀ</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">&#8217;2</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 300%;">ٔ</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">/2</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 250%;">ى</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">I</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Other arabic symbol</strong></p>
<table style="line-height: 4em; font-family: times new roman;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<thead style="font-size: 1em;">
<tr>
<th><strong>vowel</strong></th>
<th><strong>name</strong></th>
<th><strong>combination keys</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr height="30">
<td><span style="font-size: 450%;">َ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">fatha</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">a</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ِ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">kasra</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">i</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ُ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">damma</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">u</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ْ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">sukun</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">/&#8217;</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ٰ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">alif above</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">aa</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ً</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">fatha tanwin</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">an</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ٍ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">kasra tanwin</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">in</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ٌ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">damma tanwin</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">un</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size: 450%;">ّ</span></td>
<td><span style="font-size: 100%;">sadda/tashdid</span></td>
<td><span style="font-size: 150%;">x</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>For arabic numeral just type the keys that coresponding its values, for example 1 for <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">١</span>, 2 for <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">٢</span>, 0 for <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">٠</span>, and so on.</p>
<p>if you want to type this letter <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">لا</span> lam+alif then type l+A.</p>
<p>Example:</p>
<ul>
<li>the word <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">شكرن</span> is come out if you typed shkrn, or if you want the word with vowel like this <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">شُكْرَنْ</span> you must typed shuk/&#8217;ran/&#8217;</li>
<li>the word <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">محبّة</span> is come out if you typed mh.bxh&#8217;, or if with vowel like <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">مَحَبَّة</span> you must typed mah.abxah&#8217;</li>
</ul>
<p>So, <span style="font-family: times new roman; font-size: 180%;">الحمدلله</span> we can type arabic in ubuntu now.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2008/06/how-to-type-arabic-in-ubuntu-8-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus Tilang v2.0 (Form Biru)</title>
		<link>http://widianto.net/2008/04/mengurus-tilang-v2-0-form-biru/</link>
		<comments>http://widianto.net/2008/04/mengurus-tilang-v2-0-form-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 01:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjar Widianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[battlehopper]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tilang]]></category>
		<category><![CDATA[form biru]]></category>
		<category><![CDATA[polantas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kena tilang yang waktu itu, tanggal 21 April 2008 kemarin saya terkena tilang lagi, ya saya akui saya memang salah, soalnya memutar di putaran yang ada rambu dilarang memutar, putarannya terletak di jln. I Gusti Ngurah Rai daerah buaran jakarta timur, di depan kantor PPP, hehehehe berhubung putaran yang bener jauh banget di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kena tilang yang <a title="Mengurus Surat Tilang" href="http://widianto.net/2008/03/mengurus-surat-tilang/" target="_blank">waktu itu</a>, tanggal 21 April 2008 kemarin saya terkena tilang lagi, ya saya akui saya memang salah, soalnya memutar di putaran yang ada rambu dilarang memutar, putarannya terletak di jln. I Gusti Ngurah Rai daerah buaran jakarta timur, di depan kantor PPP, hehehehe berhubung putaran yang bener jauh banget di depan PMI Jakarta Timur sana, dan emang lagi buru-buru.</p>
<p>Akhirnya disuruh menepi oleh bapak polisi yang jarang-jarang ada di situ (putaran ini memang sering banget dilanggar), diminta memperlihatkan SIM dan STNK, kemudian pak polisi mengeluarkan surat tilang, awalnya mau dikasih yang form merah, tapi saya buru-buru meminta form yang biru, ya sekali-kali nyobain yang biru, yang merah kan udah, lagipula di pengadilannya juga ga ada argumentasinya, langsung divonis bersalah dan bayar denda, mending langsung bayar dendanya aja. Ya udah dikasih form biru, ini awalnya saya ragu akan diberikan form biru, karena banyak mendengar kabar kalau form biru tidak diberikan lagi, ya dengan berhasilnya saya mendapatkan form biru, berarti form biru masih diberikan, walaupun sepertinya pak polisinya agak enggan. SIM saya pun kembali jatuh ke tangan polisi, hehehehe</p>
<p><span id="more-20"></span>Pak Polisi langsung menuliskan di surat tilang denda sebesar Rp 30 ribu. Untuk memastikan saya bertanya, &#8216;berarti saya gak perlu ke pulomas (pn jakarta timur) lagi ya pak?&#8217;, sayang sekali jawaban yang saya dpatkan kurang simpatik, &#8216;lho sampeyan minta form biru berarti ngerti dong, ya langsung bayar ke bank&#8217; dengan nada sewot.</p>
<p>Langsung ke kantor, di kantor nyari-nyari alamat bank BRI yang bisa buat bayar denda tilang, gak nemu-nemu (akhirnya tadi -30 April 2008- baru nemu <a href="http://www.transparansi.or.id/kajian/kajian3_lalin/alamat.html">di sini</a>). Karena gak nemu coba sms ke 1717, itu lho sms center-nya Polda Metro Jaya, saya menanyakan bank BRI mana saja yang bisa untuk membayar denda tilang apakah semua cabang atau hanya tertentu saja, 1717 menjawab hanya bank BRI yang tertera di surat tilang saja yang bisa digunakan sebagai tempat pembayaran denda tilang. Saya coba periksa surat tilang saya, waduh lokasi bank-nya tidak ditulis alias kosong, kemudian saya tanyakan lagi ke 1717, mereka menyarankan saya untuk menanyakan ke petugas yang menilang atau ke kesatuan petugas tsb, ya.. gak begitu membantu sih. Hikmahnya adalah kalau nanti kena tilang dan dapat form biru jangan lupa menanyakan lokasi BRI tempat kita bisa membayar denda-nya.</p>
<p>Seminggu kemudian (28 April 2008) pas kebetulan lagi sakit, gak masuk kerja, pas mau ke apotek buat menebus obat, saya pikir sekalian deh ke satwilantas jaktim di daerah kebon nanas. Sampai di sana tanya ke bagian informasi, disuruh ke lantai tiga. Di sini lokasinya agak membingungkan, karena ada loket yang bertuliskan pengambilan barang bukti tilang tapi ditutup dan sepi, saya pikir masih istirahat makan siang, saya tunggu kok lama bener, akhirnya coba mengetuk salah satu pintu ruang yang tertutup di situ, kemudian bertanya kenapa loketnya belum buka-buka, diberitahu bahwa untuk mengambil barang bukti tilang di ruangan sebelah loket itu, yang pintunya tertutup, dan tidak ada papan pengumuman atau tulisan kalau di situlah tempat pengambilan barang bukti tilang, weleh-weleh&#8230; Masuk ke situ menyerahkan form biru, kemudian ditanya sudah bayar belum, saya jawab belum karena tidak diberitahukan di BRI mana bisa membayar, akhirnya bapak tersebut memberitahu kalau di wilayah jakarta timur ada dua BRI yang bisa, yaitu yang di Otista (seberang gelanggang remaja) dan satu lagi di Jatinegara Timur, saya pilih yg di Otista karena sering ngelewatin hehehe&#8230; Trus ditulis deh di form biru itu lokasi BRI-nya BRI Otista.</p>
<p>Segera meluncur ke BRI Otista, di sini cara membayar denda-nya juga bertahap, pertama kita masuk ke gedung BRI syariah di sebelah BRI-nya untuk mengisi formulir pembayaran denda tilang, di situ ada petugas khususnya, kemudian barulah kita membayar denda tilangnya di teller di gedung BRI.</p>
<p>Setelah itu balik lagi ke satwilantas jaktim di kebon nanas, ke ruangan yang tadi di lantai tiga. saya serahkan surat tilang form biru beserta bukti setoran BRI, cukup nunggu lama kemudian petugasnya saya lihat melihat buku-buku yg terlihat seperti log harian, dan berkata kepada saya bahwa petugasnya belum menyerahkan. Diminta kembali ke situ hari rabu (30 april 2008). Ini kok petugasnya bandel ya gak menyerahkan ke satwilantas? heran saya!.</p>
<p>Hari Rabu(30 April 2008), saya ijin keluar kantor untuk mengambil SIM (janji petugasnya pada hari senin hari ini akan ada). Sampai di satwilantas jaktim, udah mulai curiga kalau SIM saya lagi-lagi belum diserahkan, karena petugasnya (kali ini petugasnya polisi berseragam, bernama Pak Gede) kembali melihat-lihat buku-buku log tersebut. Saya langsung bertanya &#8220;Belom ada juga ya Pak? Saya sudah dua kali lho ke sini&#8221;, Pak Gede menyuruh saya ke bagian piket di bawah untuk menanyakan di mana Sertu Roy PK (petugas yg menilang saya, berhubung nama yg tertera di surat tilang gak jelas, jadi saya baru tahu juga itu namanya).</p>
<p>Di piket, petugasnya ada dua orang, yang satu agak ogah-ogahan melayani pertanyaan saya, dilihat dari sikapnya yg sambil ber-hp ria juga berkali-kali dia menyuruh saya untuk langsung ke Pak Gede lantai tiga. Saya jawab dengan cukup tegas &#8220;Saya sudah dua kali ke sini, tapi SIM saya belum diserahkan oleh Bapak Roy PK ini, tadi di lantai tiga Pak Gede menyuruh saya kemari untuk menanyakan di mana lokasi Bapak Roy PK ini&#8221;. Petugas yang satu lagi kemudian meminta surat tilang saya kemudian dengan menggunakan radio polisi dia menghubungi si Roy PK ini. Diketahui kalo dia sekarang sedang di depan UKI Cawang arah utara.</p>
<p>Langsung saja saya menuju ke UKI Cawang di jalur arah ke Tj.Priok (arah utara) di depan halte UKI Cawang situ saya melihat dua orang polisi (dua orang sama yg menilang saya, yg satu lagi saya tak tahu namanya). Saya menghampiri polisi yang satu lagi, berhubung si Roy PK lg di tengah-tengah jalan, bertanya kepada pak polisi itu apakah saya bisa bertemu dengan bapak Roy PK. Bapak itu pun memanggil koleganya si Roy PK ini. Di tepi jalan saya menagih SIM saya yang ditahan kepada bapak Roy PK sambil menyerahkan surat tilang beserta tanda bukti pembayaran dari BRI. Dia melihat-melihat kemudian menanyakan kepada saya &#8220;Cepet banget sih, sekarang baru tanggal berapa?&#8221;. Weleh-weleh bapak ini gimana sih ini kejadiannya udah seminggu lebih mosok dibilang terlalu cepat saya mengurusnya. Ini saya yang terlalu cepat atau Bapak yang terlalu malas buat menyerahkan SIM saya ke satwilantas.</p>
<p>Kemudian dia berkata bahwa SIM saya ada di mobil patroli, dan mobil patrolinya lagi di arah yg berseberangan dengan lokasi saya, baru akan memutar nanti jam 14.00. Saya segera melihat jam, waktu menunjukkan pukul 14.05, langsung saya bilang &#8220;ini udah jam 2 lewat, pak!&#8221;. Dia kemudian jawab &#8220;tunggu sebentar, beli minum aja dulu, tinggal muter doang mobilnya&#8221;. Saya tak bergerak dari posisi. Kemudian dia bertanya lagi, kali ini sambil cengengesan &#8220;Tunggu sebentar, gak kerja kan mas?&#8221;. Duerrr!!!, ampun dah parah banget ini polisi, padahal saya ijin keluar kantor cuma buat ngambil SIM yang ternyata belum dia serahkan-serahkan ke satwilantas. Saya jawab dengan agak emosi, &#8220;Gak pak, saya gak kerja, santai aja pak, sampai maghrib juga gak papa&#8221;. Mendengar itu kayaknya dia ngerasa juga, dia langsung menghubungi temannya di mobil patroli melalui radio polisi. Akhirnya saya menawarkan bagaimana kalau saya boncengkan dia ke mobil patroli tersebut dgn motor yg saya bawa. Saya sudah memakai helm dan menyalakan mesin motor saat dia tiba-tiba bilang tidak usah, dan kemudian dia mengatakan saya menyeberang saja. Yang ironisnya dia menyeberang langsung saja, padahal jembatan penyeberangan gak jauh dari situ, dan sudah tentu dia menerobos pagar pembatas jalan. Wekekekekek, saya cuma bisa ketawa prihatin saja. Dia kembali lagi membawa beberapa buku tilang, saya lihat banyak sekali bukan milik saya saja. Saya bertanya dalam hati, &#8220;ini orang gak pernah nyerahin tilangan-tilangan dia ke satwilantas apa ya?&#8221;. Akhirnya saya mendapatkan SIM saya kembali, dan saya langsung pergi meninggalkan Roy PK ini. Apa kalau mau mengambil SIM yang ditilang harus dengan metode jemput bola seperti ini ya? Menghampiri langsung petugas yang menilang kita?</p>
<p>Sebaiknya POLRI bisa lebih profesional lagi&#8230;&#8230;.(semoga, itu harapan saya dan seluruh bangsa Indonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widianto.net/2008/04/mengurus-tilang-v2-0-form-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

